Teks ini ditemukan di dalam buku ciri-ciri khas pendidikan pada lembaga pendidikan Yesuit yang diberikan Pater Drost SJ kepada bapak Agus Dewa Irianto, guru sosiologi SMA Kolese GONZAGA di tahun-tahun awal berdirinya Seminari Wacana Bhakti-Kolese GONZAGA. Buku ini sempat diberikan kepada saya oleh Bapak Agus Dewa Irianto ketika saya bekerja di SMA Kolese GONZAGA. Katanya, "Edy tolong jaga buku ini." Lalu saya membuka buku ini dan menemukan secarik kertas, saya tahu betul ini dari buku Doa Sang Katak buah karya Pater Anthony De Mello SJ, dulu seorang kakak yang baru pulang dari Seminari Fransikus Xaverius Palembang membawa buku ini pulang ke rumah dan sayapun sering membuka-buka buku ini walaupun sama sekali belum mengerti apa isinya. Saya sempat membaca beberapa kisahnya sewaktu saya tinggal di Seminari dan menurut saya kisah-kisah ini dapat menjadi bacaan rohani dan sekaligus bahan-bahan perenungan yang menantang keyakinan saya sekaligus menguatkannya kembali.
Saya memposting foto-foto ini karena setelah merenung-renungkan lagi makna dari kisah tersebut, saya merasa tersejukkan dan membayang-bayangkan apa maksud dari Pater Drost menyelipkan kisah ini di dalam buku tersebut. Apakah kisah ini semacam pembatas buku. Kalaupun benar demikian, maka kita dapat mengenal Pater Drost sebagai sosok yang menyukai kisah-kisah pendek, saking sukanya almarhum menjadikan itu sebagai pembatas buku yang dapat dikatakan penting di lembaga pendidikan yang dipimpinnya kala itu. Saya belum berani berspekulasi lebih jauh lagi. Tetapi semoga ini memberikan sumbangsih pada nuansa semangat zaman yang dihadapi Pater Drost dan orang-orang yang bekerja bersamanya kala itu.
Saya berdoa semoga Almamater tercinta Seminari Wacana Bhakti-SMA Kolese Gonzaga yang merayakan tahun ke-30 nya di tahun 2017 ini semakin tumbuh dalam Kasih dan Rencana Tuhan. AMDG.
Gonzaga For Siempre, Forever Gonzaga!
Saya memposting foto-foto ini karena setelah merenung-renungkan lagi makna dari kisah tersebut, saya merasa tersejukkan dan membayang-bayangkan apa maksud dari Pater Drost menyelipkan kisah ini di dalam buku tersebut. Apakah kisah ini semacam pembatas buku. Kalaupun benar demikian, maka kita dapat mengenal Pater Drost sebagai sosok yang menyukai kisah-kisah pendek, saking sukanya almarhum menjadikan itu sebagai pembatas buku yang dapat dikatakan penting di lembaga pendidikan yang dipimpinnya kala itu. Saya belum berani berspekulasi lebih jauh lagi. Tetapi semoga ini memberikan sumbangsih pada nuansa semangat zaman yang dihadapi Pater Drost dan orang-orang yang bekerja bersamanya kala itu.
Saya berdoa semoga Almamater tercinta Seminari Wacana Bhakti-SMA Kolese Gonzaga yang merayakan tahun ke-30 nya di tahun 2017 ini semakin tumbuh dalam Kasih dan Rencana Tuhan. AMDG.
Gonzaga For Siempre, Forever Gonzaga!
Komentar
Posting Komentar