Cabut Sekolah, Proses Jadi Dewasa

Suatu hari Gondes dan Cibul mau cabut setelah jam istirahat ke dua.
Mereka berdua masuk ke area parkiran rektorat trus bergerak menuju pintu pager belakang.
Biasanya selalu aman kalau lewat situ.
Nah, pas mereka lagi jalan mendekati tower air, tiba-tiba ada suara dari belakang memanggil mereka,

"Hei!"

Sontak mereka kaget dan terdiam. Dengan suara lirih si Gondes berkata, "Siapa tuh chuy yang manggil?"

Mereka berdua saling pandang trus melihat ke belakang. Ternyata seorang lelaki berkacamata. Sepertinya sih seorang pater.

"Mau kemana kalian?"

Membaca gelagat kalau pria itu seorang pater, Gondes langsung mengarang cerita.

"Ini pater, kami mau ngasih kaos ke Jamal. Kemarin habis Gonzfest, kaos Gonzfest-nya Jamal belum diambil."

"Kalian udah izin moderator belum?"

"Nah disitu kami salah pater. Kami belum izin moderator. Buru-buru habis istirahat soalnya pater. ya ya udah lain kali kami pasti izin dulu deh pater."

"Ya sudah kalau gitu izin dulu sana. Saya pater Dopo dari SMP Kanisius."

"Saya Gondes pater." Lalu Gondes dan Cibul mencium tangan pater Dopo.

Gondes dan Cibul akhirnya tetap berjalan ke arah belakang, keluar pagar dengan tenang dan nongkrong di serpul sampai bel pelajaran berakhir.
Supaya ga kelihatan cabut, pas siswa-siswi berjalan ke luar sekolah, Gondes dan Cibul berjalan masuk ke sekolah. Anak-anak kelas tiga mah pasti tahu, "Wah pada abis cabut nih anak-anak! Sayang banget dibayarin sekolah mahal-mahal sama orangtuanya, malah pada cabut."

Komentar